Kamis, 16 Januari 2014

Load Factor Standard

      Mobil dapat juga di ibaratkan seperti orang kerja, jika dipaksa melampaui batas, pasti akan ada konsekuensinya bahkan bisa menimbulkan sakit atau cedera. Demikian pula pada kendaraan, kendaraan juga memiliki kemampuan maksimal. Salah satunya adalah load factor atau bobot yang bisa dibawa saat berkendara. Tujuannya  agar setiap penggunanya selalu berada dalam batas aman saat di jalan. Maka dari itu harus selalu di monitor. 
       Sayangnya masih banyak yang menyepelekannya. Jika dilanggar dengan alasan apapun, perhitungan keamanan tersebut akan percuma. Terlebih jika terjadi penambahan di luar kapasitas yang telah ditentukan pabrikan. Sebab pengemudi dituntut untuk tahu batas kemampuan dan dinamika kesadaran ketika berkendara. Pengendara harus menydari ketika mobil mengangkut muatan di luar batas kemampuan, performa mobilpun akan berkurang.

       Setiap kendaraan mempunyai batasan dalam mengangkut barang atau penumpang. Mengetahuinya bisa dengan melihat brosur atau buku pedoman pemilik kendaraan. Seperti misalnya Daihatsu Xenia yang mempunyai berat kosong 980 kg (type Mi 1.000 cc). Berat total kendaraan 1.540 kg. Ada selisih 560 kg. “Itu artinya berat beban maksimal aman yang bisa dibawa oleh mobil tersebut adalah 560 kg.Jumlah penumpang yang diperbolehkan adalah 7 orang sesuai dengan kapasitas tempat duduknya. Bila berat rata rata penumpang adalah 70 kg maka total beban adalah 7 x 70 kg = 490 kg. Masih ada sisa sekitar 70 kg untuk membawa barang.      Dalam jumlah penumpang, sampai membawa barang bawaan yang berlebihan, akan menimbulkan efek yang beragam. Seperti jika membawa penumpang melebihi kapasitas tempat duduk yang tersedia. Akan tidak nyaman karena berdesak-desakan. Tidak semua penumpang bisa menggunakan peranti keselamatan (seat belt) yang tersedia. “Selain itu kabin akan lebih berisik dan bisa membuat konsentrasi driver dalam mengemudi terganggu.


Jika terjadi kecelakaan juga akan mengakibatkan cedera yang lebih parah, karena efek benturan terhadap benda atau orang yang lebih besar.       Demikian pula saat membawa barang dengan kapasitas banyak. Meski jumlah penumpang sesuai kapasitas tempat duduk, tetap perhatikan volume barang yang akan dibawa.

 Biasanya banyak yang menaruh barang di sela-sela kaki penumpang. Bahkan di atas kursi kosong yang tidak ada orangnya. Jika terjadi pengereman mendadak bisa dipastikan barang yang ada di dalam kabin akan mental ke depan. Hal ini bisa mengakibatkan cidera pada penumpang dan pengemudi. Selain itu bisa membuat kaget driver dan menyebabkan gagalnya antisipasi. Efeknya bisa menimbulkan kecelakaan yang lebih besar.Selain itu akibat bobot yang bertambah jarak pengereman akan semain jauh karena kemampuan rem hanya untuk menahan berat yang sudah ditentukan. Stabilitas mengemudi juga jadi berbeda dibanding mobil dalam kondisi standar.
       Jika terpaksa pengemudi terjebak dalam keadaan membawa penumpang dan beban berlebih, langkah awal yang harus dilakukan adalah kontrol kecepatan. Kecepatan maksimum yang diperbolehkan di jalan bebas hambatan dengan dua jalur adalah 80 km/jam. Sedangkan yang memiliki 3 jalur adalah 100 km/jam. “Tentunya dengan beban yang maksimal maka kecepatan harus diturunkan sebanyak 15 % karena dengan bobot maksimal daya pengereman menjadi lebih panjang. Sebab semakin berat muatan akselerasi dan daya cengkram rem akan semakin berkurang. Momentum atau daya dorong mobil semakin kuat. Juga akan terjadi perpindahan bobot kendaraan, atau perubahan center of gravity yang awalnya merata, jadi pindah ke belakang. Dampaknya tekanan dan beban kendaraan di depan menjadi lemah sehingga daya cengkeram roda depan ke jalan ikut berkurang pula. Sehingga kendaraan menjadi lebih sulit dikendalikan dan lebih liar. 
       Jika ingin membawa barang di dalam kabin. Selayaknya pemilik mobil membatasi ruang barang dengan kargo net. Atau mengikat barang yang dibawa ke salah satu bagian mobil agar tidak bergerak.Penambahan momentum dari benda yang terdorong saat pengereman bisa mengakibatkan kondisi mobil lebih tidak stabil. Perhatikan juga minuman kaleng, botol air mineral, kacamata. Yang dapat menghambat pengreman jika terjatuh ke kolong kokpit pengemud. 
       Jadi sebelum anda berkendara, pastikan dulu kendaraan dalam keadaan aman agar terhindar dari ancaman kecelakaan. Terimakasih semoga bermanfaat...!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar